Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Mendikdasmen Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Lanjut, Skema Penyaluran Bakal Disesuaikan

×

Mendikdasmen Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Lanjut, Skema Penyaluran Bakal Disesuaikan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

(Doc-nixnews)

Jakarta, mediasatu.co.id – Pemerintah akan melakukan perubahan skema penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar lebih tepat sasaran, meskipun program tersebut tetap berlanjut. Sekolah yang tidak terlalu membutuhkan bantuan MBG tidak lagi menjadi penerima program. Sedangkan sekolah dengan siswa lebih membutuhkan akan menjadi prioritas.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, memastikan program ini terus berjalan karena mendapat dukungan luas dari siswa. Namun, ia menyebut akan ada penyesuaian dalam pelaksanaan ke depan, termasuk kemungkinan melibatkan kantin sekolah sebagai penyedia makanan bergizi.

Baca juga: Titik Layanan MBG Membengkak, Anggaran Diduga Boros Rp12 Triliun

“Jumlah murid yang menerima MBG itu sekitar 43,4 juta dari total 53,5 juta murid di Indonesia atau sekitar 80,94 persen. Sebagian besar mengharapkan program ini tetap berlanjut,” kata Abdul Mu’ti saat kunjungan kerja ke Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (14/6/2026).

Peluang agar sebagian pelaksanaan MBG melalui dapur atau kantin sekolah kini pemerintah lakukan. Hal ini membuat mekanisme penyediaan makanan tidak seluruhnya harus melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kendati demikian, operasionalnya akan tetap berada di bawah koordinasi dan supervisi Badan Gizi Nasional (BGN).

Terkait data penerima MBG, saat ini sistemnya telah terintegrasi dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Melalui integrasi tersebut, pemerintah kini memiliki data lengkap mengenai siswa penerima manfaat berdasarkan nama, alamat, dan sekolah masing-masing.

Resuffle Pimpinan BGN dan Penasihat Khusus, Presiden Prabowo Lantik Empat Pejabat di Istana

Di sisi lain, Abdul Mu’ti menegaskan sejumlah kasus keracunan yang sempat terjadi tidak menjadi alasan menghentikan program MBG secara keseluruhan. Langkah yang perlu ia lakukan menurutnya hanyalah melakukan evaluasi terhadap dapur penyedia makanan yang bermasalah.

Bagi Abdul Mu’ti, program MBG ini merupakan bagian penting dari upaya pemerintah dalam membangun kualitas generasi muda Indonesia, yang tidak hanya menyasar dari sisi akademik tetapi juga kesehatan dan pemenuhan gizi mereka.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!