(Doc-nixnews)
Jakarta, mediasatu.co.id — Barisan penasihat khusus Presiden Prabowo Subianto kini menggenapi jumlah 10 orang menyusul masuknya nama Presiden KSPI, Said Iqbal, sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan. Said Iqbal bergabung dengan figur senior lainnya seperti Wiranto, Luhut Binsar Pandjaitan, Dudung Abdurachman, Purnomo Yusgiantoro, Muhadjir Effendy, Terawan Agus Putranto, Ahmad Dofri, dan Hasan Nasbi yang telah lebih dulu mengisi posisi tersebut.
Selain Said Iqbal, perombakan besar juga terjadi di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN). Jabatan pimpinan lembaga tersebut kini resmi diamanahkan kepada Nanik S. Deyang selaku Kepala BGN, serta Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono yang diplot sebagai Wakil Kepala BGN. Keempat figur baru ini resmi diambil sumpahnya oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (8/6) sore.
Saat prosesi sakral pelantikan berlangsung, komitmen penuh dinyatakan oleh keempat pejabat baru tersebut melalui petikan sumpah:
“Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya, demi dharmabakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab,” ujar Nanik, Agustina, Trenggono dan Said.
Pergantian kepemimpinan di tubuh BGN ini merupakan imbas dari kasus hukum yang menyeret pejabat sebelumnya. Nanik dan timnya hadir menggantikan posisi Dadan Hindayana, Sonny Sendjaya, serta Loedwyk Pusung yang telah didepak secara resmi akibat status mereka yang kini menjadi tersangka dalam kasus korupsi tata kelola program makan bergizi gratis.
















