(Doc-nixnews)
Karawang, mediasatu.co.id — Pihak kepolisian saat ini tengah memburu dua remaja berinisial AG dan SP yang diduga kabur dari rumah mereka saat hendak diamankan. AG diidentifikasi sebagai pelaku berhelm hitam yang mengayunkan senjata tajam ke korban, sementara SP adalah pelaku yang mengancam menggunakan celurit. Langkah pengejaran ini dilakukan setelah video rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan aksi penganiayaan kelompok remaja tawuran terhadap dua pemuda di Karawang, Jawa Barat, mendadak viral di jagat maya.
Insiden salah sasaran ini menimpa dua pemuda berinisial R dan T saat mereka sedang asyik nongkrong di area depan sebuah warung kelontong. Secara mendadak, sekelompok remaja bersenjata tajam jenis celurit datang menyerbu ke lokasi kejadian. Para pelaku disinyalir salah mengira bahwa R dan T merupakan anggota dari geng lawan yang tengah menjadi target buruan mereka.
Kasi Humas Polres Karawang Ipda Cep Wildan memaparkan bahwa tempat kejadian perkara (TKP) berada di Dusun Cirejag, Desa Belendung, Kecamatan Klari, Karawang pada Sabtu (6/6) malam pekan lalu.
Dalam penjelasannya pada Minggu (7/6), Ipda Cep Wildan mengungkapkan kronologi saat peristiwa mencekam tersebut terjadi.
“Kedua korban menjadi sasaran intimidasi dan pemukulan menggunakan senjata tajam. Salah satu korban sempat menyelamatkan diri dengan masuk ke dalam warung Madura,” katanya, Minggu (7/6).
Ketika situasi memanas dan kedua korban berusaha mengamankan diri ke dalam warung, motor milik korban T malah sempat digondol oleh salah satu rombongan pelaku. Berdasarkan pengecekan petugas di lapangan, kondisi korban dipastikan aman dari cedera serius.
“Kita datangi setelah mendapat informasi dan kedua korban membenarkan adanya peristiwa tersebut. Namun beruntung pukulan senjata tajam dari pelaku tidak sampai menimbulkan luka fisik pada tubuh korban,” jelasnya.
Uniknya, kendaraan roda dua milik korban yang sempat dicuri akhirnya dipulangkan kembali oleh kelompok pelaku. Hal itu terjadi karena setelah diusut, ternyata antara korban dan pelaku sebenarnya saling mengenal.”Setelah diketahui viral di media sosial langsung dikembalikan tidak lama setelah kejadian,” katanya.
Saat ini, kepolisian terus mengumpulkan bukti dan bersiap melakukan tindakan tegas kepada para pelaku yang masih melarikan diri dari kejaran aparat.”Petugas kepolisian sempat bergerak cepat mendatangi kediaman untuk mengamankan masing-masing pelaku. Namun kedua pelaku sudah tidak berada di tempat dan diduga melarikan diri. Kami menegaskan akan terus melakukan penyelidikan dan pengejaran para pelaku tersebut,” tandasnya.
















