(Doc-Istimewa)
(Doc-Istimewa)
Jakarta, mediasatu.co.id – Penyakit jantung kedaruratan menjadi pemicu wafatnya seorang mahasiswi program studi pariwisata UIN Sayyid Ali Rahmatullah (Satu) Tulungagung di dalam kamar kosnya. Korban dalam kondisi tidak bernyawa setelah sebelumnya sempat memprioritaskan waktu hingga dini hari untuk menyelesaikan penyusunan draf skripsi.
Aparat Kepolisian Resor Tulungagung turun tangan melakukan penanganan perkara pasca-menerima laporan insiden tersebut. Pamapta 1 Polres Tulungagung, Ipda Aiman Dzaky, memaparkan bahwa identitas korban berinisial S (25). Korban seorang mahasiswi asal Desa Baruharjo, Kecamatan Durenan, Trenggalek. Korban terbujur kaku pada Sabtu (27/6/2026) di area pemukiman kos Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung.
“Awalnya itu korban pulang dari kampus pada Jumat (26/6/2026) sore. Kemudian, dia mengerjakan skripsi bersama temannya,” kata Ipda Aiman.
Berdasarkan hasil rekonstruksi waktu oleh saksi, korban memaksa fisiknya untuk belajar kelompok hingga pukul 03.00 WIB dini hari. Ketika rekan-rekannya memutuskan untuk pulang, korban langsung beristirahat di kamarnya. Pada esok paginya, beberapa teman sempat memantau kondisi korban dari luar, namun tidak menaruh curiga karena posisi tubuh S yang masih berada di atas tempat tidur.
“Pagi itu rekan-rekan korban lain sempat menengok ke kamar masih di kasur, sehingga mengira tidur,” tutur Ipda Aiman menerangkan kesaksian rekan korban.
Kondisi baru disadari sekitar pukul 10.00 WIB sewaktu rekan-rekan korban kembali berkumpul untuk melanjutkan pengerjaan tugas akhir. Mereka mendapati S sudah dalam posisi kaku dan tidak memberikan respons gerak sama sekali.
















