(Doc-nixnews)
Venezuela, mediasatu.co.id – Aksi evakuasi mandiri hingga isak tangis warga mewarnai jalanan kota di Venezuela. Gempa kembar bermagnitudo 7,1 dan 7,5 melanda negara tersebut pada Rabu (24/6) petang. Karena ketakutan mendalam terhadap robohnya bangunan, sebagian besar penduduk memilih mengungsi ke area terbuka dengan menggelar matras dan kasur di aspal jalan raya. Bahkan beberapa menjadikan kabin mobil mereka sebagai tempat tidur sementara.
Di kawasan pemukiman Petunia, Los Palos Grandes, Caracas, keputusasaan terdengar jelas di sekitar gedung apartemen 22 lantai yang rata dengan tanah. Warga yang berkumpul berupaya memanggil nama-nama kerabat mereka dengan harapan mendengar suara balasan dari balik reruntuhan beton.
“Antonio, ini ibu. Ibu ada di sini,” teriak seorang perempuan di depan puing-puing gedung apartemen 22 lantai di kompleks permukiman Petunia, kawasan Los Palos Grandes, Caracas.
Bencana mematikan ini telah merenggut banyak korban jiwa. Plt Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, pada Kamis (25/4) waktu setempat mengumumkan angka kematian telah menyentuh 164 jiwa. Dengan korban luka mencapai 971 orang serta rentetan 30 kali gempa susulan yang terekam otoritas berwenang.
Meskipun medan evakuasi tergolong berat, secercah harapan juga Wali Kota Chacao, Gustavo Duque sampaikan. Lewat rekaman video di media sosialnya, ia membagikan perkembangan terbaru mengenai detak kehidupan yang masih terdeteksi di bawah reruntuhan.
“Bersyukurnya, kami mendengar orang-orang masih hidup dan kami akan menyelamatkan mereka,” ujar Duque.
















