(Doc-Infokrw)
Karawang, mediasatu.co.id – Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Aliansi Mahasiswa Pemuda Pangkal Perjuangan Karawang (AMPERA) masih berlangsung di Bundaran Mega M, Karawang, sejak Minggu (14/7/2026) pukul 17.00 WIB hingga berita ini ditulis. Massa aksi terlihat orasi keras sambil membakar ban sebagai bentuk protes terhadap kebijakan tertentu.
Menurut informasi yang beredar di media sosial, aksi ini menyebabkan blokade jalan sementara di sekitar bundaran. Pihak penyelenggara mengimbau masyarakat yang hendak melintasi Bundaran Mega M untuk mencari jalur alternatif guna menghindari kemacetan. Situasi di lokasi masih kondusif namun ramai, dengan lalu lintas sekitar bundaran sempat terganggu.
AMPERA terkenal sebagai kelompok aliansi mahasiswa dan pemuda yang aktif menyuarakan berbagai isu di Kabupaten Karawang. Sebelumnya, organisasi ini sering menggelar aksi di depan DPRD, Kantor Bupati, maupun instansi terkait untuk menuntut penegakan hukum, perbaikan pelayanan publik, penyelesaian masalah lingkungan, hingga isu-isu kesejahteraan masyarakat.
Hingga saat ini, pemerintah belum mengumumkan secara resmi tuntutan spesifik dalam aksi Minggu malam ini. Namun, aksi bakar ban dan blokade jalan menjadi ciri khas demonstrasi AMPERA dalam menyampaikan aspirasi mereka. Aksi serupa sebelumnya juga pernah kelompok ini lakukan. Khususnya terkait dugaan pungli birokrasi, pencemaran lingkungan oleh industri, hingga tuntutan transparansi pemerintah daerah.
Bundaran Mega M sendiri merupakan titik strategis di Karawang yang sering menjadi lokasi aksi. Hal ini karena bundaran tersebut berada di area lalu lintas utama dan dekat pusat keramaian.
Aksi pada hari libur seperti Minggu ini menuai beragam komentar dari warganet. Sebagian mendukung perjuangan mahasiswa, sementara yang lain menilai aksi di hari libur dan di bundaran justru lebih memberatkan masyarakat umum daripada langsung menyasar kantor pemerintahan.
















