(Doc-Tirtoid)
Amerika Serikat, mediasatu.co.id – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan ultimatum kepada Iran terkait penutupan Selat Hormuz. Trump menegaskan bahwa Iran harus segera membuka kembali jalur strategis tersebut sebelum Selasa malam waktu AS. Jika tidak, Amerika Serikat mengancam akan melakukan serangan yang menyasar infrastruktur vital, termasuk pembangkit listrik dan jembatan.
Melalui media sosial, Trump juga memperkuat ancamannya dengan menyebut Selasa sebagai hari pembangkit listrik dan jembatan bagi Iran. Hal ini menunjukkan kemungkinan serangan terhadap fasilitas penting.
Selat Hormuz sendiri terkenal sebagai jalur krusial bagi distribusi minyak dunia. Dengan sekitar 20% pasokan global melintasi kawasan tersebut. Oleh karena itu, gangguan di wilayah ini dapat memicu dampak luas terhadap harga energi dan perekonomian global.


















