(Doc-nixnews)
Washington D.C, mediasatu.co.id — Gelombang demonstrasi besar melanda Amerika Serikat saat jutaan warga turun ke jalan dalam aksi No Kings yang menuntut berakhirnya perang Iran dan mengkritik pemerintahan Donald Trump. Aksi yang berlangsung serentak di lebih dari 3.300 lokasi ini melibatkan sekitar 8 juta orang di seluruh 50 negara bagian. Hal ini menjadikannya salah satu demonstrasi terbesar dalam sejarah negara tersebut.
Penyelenggara dari Koalisi No Kings bahkan menargetkan jumlah peserta melampaui 9 juta orang. Ketidakpuasan publik oleh berbagai faktor, termasuk operasi militer AS dan Israel di Iran yang telah berlangsung selama empat pekan, serta tekanan ekonomi akibat naiknya harga minyak dan kebutuhan pokok.
Selain itu, kebijakan imigrasi pemerintah yang keras turut memperburuk sentimen masyarakat. Kondisi tersebut tercermin dari merosotnya tingkat kepuasan publik terhadap Trump yang kini berada di angka 36 persen. Hal ini memperlihatkan meningkatnya tekanan politik di dalam negeri.
















