(Doc-Tirtoid)
Jakarta, mediasatu.co.id – Infrastruktur air yang mengalami kerusakan besar selama perang menjadi salah satu penyebab utama semakin parahnya krisis air di Jalur Gaza. Kondisi tersebut kian sulit diatasi lantaran proses perbaikan serta rehabilitasi pada berbagai fasilitas air bersih di wilayah tersebut terus mengalami hambatan.
Dampak dari situasi ini membuat ribuan warga pengungsi harus berjuang keras demi mencukupi kebutuhan paling mendasar mereka, mulai dari keperluan minum, memasak, hingga menjaga sanitasi atau kebersihan diri. Kesulitan ini kian menyiksa karena krisis air bersih tersebut terjadi bersamaan dengan terjangan gelombang panas yang tengah melanda kawasan tersebut.
Lonjakan suhu udara di Gaza diperkirakan bakal menyentuh angka 30 sampai 35 derajat Celsius selama fenomena gelombang panas ini berlangsung.
Pemandangan memprihatinkan pun terekam dalam sebuah video yang diabadikan pada Sabtu (13/06/2026). Dalam rekaman tersebut, tampak antrean panjang yang mengular dari kaum laki-laki, perempuan, hingga anak-anak di sekeliling truk penyalur bantuan air. Sambil memegang jeriken serta botol-botol plastik, mereka rela mengantre lama demi mendapatkan setetes pasokan air untuk bertahan hidup sehari-hari.
















