Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Internasional

Bentrok Terjadi di La Paz, Demonstran Desak Presiden Bolivia Rodrigo Paz Pereira Mundur

3
×

Bentrok Terjadi di La Paz, Demonstran Desak Presiden Bolivia Rodrigo Paz Pereira Mundur

Sebarkan artikel ini
Screenshot
Example 468x60

(Doc-nixnews)

Bolivia, mediasatu.co.id – Gelombang demonstrasi di Bolivia kembali memanas. Polisi bentrok dengan massa aksi di Kota La Paz pada Jumat (22/5), menandai bentrokan kedua dalam sepekan di tengah tekanan terhadap Presiden Rodrigo Paz Pereira untuk meninggalkan jabatannya. Aksi unjuk rasa yang berlangsung sejak awal Mei awalnya dipicu tuntutan soal kenaikan upah, perbaikan distribusi bahan bakar minyak (BBM), serta pemulihan kondisi ekonomi. Namun, gerakan protes kemudian berkembang menjadi tuntutan politik yang menyerukan pengunduran diri presiden.

Example 300x600

“la harus mundur, sialan!” teriak massa yang terdiri dari petani, buruh, penambang, pekerja transportasi dan guru.

Pereira baru enam bulan menjabat sebagai presiden ketika Bolivia menghadapi salah satu krisis ekonomi terburuk sejak dekade 1980-an. Situasi itu ditandai dengan inflasi tinggi, menipisnya cadangan devisa negara, serta kelangkaan BBM.

Dalam aksi terbaru, para demonstran mengenakan helm dan ponco sambil membawa bendera khas masyarakat adat. Mereka bergerak menuju pusat Kota La Paz dan terlibat bentrokan dengan aparat. Massa melempar batu serta kayu ke arah polisi, sementara petugas membalas dengan tembakan gas air mata.

Pemerintah Bolivia menyatakan akan meluncurkan operasi gabungan polisi dan militer mulai Sabtu (23/5) guna membuka kembali jalur distribusi kebutuhan pokok yang terganggu akibat blokade di wilayah La Paz.

Blokade juga terjadi di Kota El Alto. Demonstran sempat menutup akses menuju bandara internasional utama yang melayani kawasan tersebut.

Berbagai langkah telah ditempuh Pereira untuk meredakan situasi. Ia memecat menteri tenaga kerja dan menjanjikan keterlibatan lebih besar bagi penambang serta kelompok masyarakat lain dalam proses pengambilan kebijakan pemerintah. Kendati demikian, langkah itu belum mampu menghentikan gelombang protes.

Ketegangan semakin meningkat ketika rombongan Menteri Pekerjaan Umum Mauricio Zamora diserang massa saat memantau upaya pembukaan blokade di Copata pada Sabtu. Konvoi tersebut dilempari batu dan dinamit.

Kerusuhan juga meluas ke sejumlah wilayah lain. Pos bea cukai di Achicha Arriba yang berada di jalur menuju El Alto dijarah dan dibakar massa.

Sementara itu, sebuah konvoi di dekat Caracollo, wilayah utara Oruro, dilaporkan menjadi sasaran serangan bahan peledak.

Dalam insiden yang berlangsung saat Zamora memimpin pembongkaran barikade demonstran, massa turut membakar truk militer, menjarah kantor polisi, serta membakar sebuah minibus di jalur La Paz-Oruro.

Meski Presiden Pereira sebelumnya berjanji akan merespons tuntutan serikat pekerja dan komunitas adat, tekanan terhadap pemerintahannya hingga kini belum mereda.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *