(Doc-Istimewa)
Gresik, mediasatu.co.id – Kasus HIV di Kabupaten Gresik kembali menjadi perhatian setelah munculnya sejumlah grup Facebook yang dikaitkan dengan komunitas gay dan ramai diperbincangkan masyarakat. Fenomena tersebut memunculkan sorotan terhadap faktor penularan HIV di wilayah tersebut.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Gresik, selama Januari hingga April 2026 ditemukan sebanyak 92 kasus baru HIV. Dari total tersebut, hubungan seks sesama lelaki (LSL) tercatat menyumbang sekitar 26 persen kasus penularan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Gresik, Puspitasari Wardani, mengatakan bahwa perilaku seksual berisiko masih menjadi faktor utama penyebaran HIV di masyarakat. Selain faktor hubungan sesama jenis, kebiasaan berganti pasangan seksual juga ikut berkontribusi terhadap tingginya angka kasus.
“Kemudian ada faktor pasangan risiko tinggi atau biasanya sering ganti pasangan seksual,” kata Puspitasari, Jumat (12/6/2026).
Ia menyebut angka kasus HIV tahun ini relatif masih sama dibandingkan tahun sebelumnya sehingga menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah.
“Hampir sama dengan tahun lalu. Untuk faktor LSL di tahun ini sebanyak 26 persen,” tambahnya.
Dinkes Gresik juga terus mengimbau para penderita HIV agar rutin menjalani terapi antiretroviral seumur hidup. Pengobatan secara teratur dinilai penting untuk menjaga kualitas hidup pasien sekaligus mengurangi risiko penularan kepada pasangan.
“Hal itu bertujuan untuk menjaga kondisi kesehatan pasien HIV dan meminimalkan penularan HIV pada pasangannya,” tandasnya.
Sementara itu, hasil penelusuran menunjukkan adanya grup Facebook “Gresik Gay Bebas” yang memiliki ratusan anggota serta grup “Gay Gresik” dengan ribuan akun yang tergabung di dalamnya.
















