(Doc-nixnews)
Bekasi, mediasatu.co.id – Seorang balita laki-laki berinisial MAJ (2) ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah kontrakan kawasan Omah Seruni 99, RT 02/RW 10, Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (27/5/2026) malam.
Kasus tersebut kini dalam penyelidikan aparat kepolisian. Polisi mendalami dugaan keterlibatan salah satu anggota keluarga korban yang ditemukan berada di lokasi kejadian.
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal, mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan awal dan investigasi di lapangan terkait peristiwa itu.
“Kami sudah melakukan penyelidikan dan investigasi di lapangan,” ujar Iqbal.
Ia menambahkan, arah penyelidikan sementara mengarah kepada SG (18), paman korban, yang juga ditemukan mengalami luka dan saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit.
“Setelah kami interogasi dan lakukan pendalaman, untuk sementara penyelidikan ini mengarah ke salah satu korban yang masih hidup dan saat ini dirawat di rumah sakit (SG),” imbuhnya.
Korban diketahui tinggal bersama neneknya berinisial M (60), pamannya SG, serta seorang bibinya di rumah kontrakan tersebut. Peristiwa itu baru terungkap setelah sang nenek pulang berjualan sekitar pukul 22.00 WIB.
Ketua RT 02 Kelurahan Jatirangga, Taufik Hidayat, menyebut balita tersebut ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa di dalam rumah.
“Neneknya itu pulang jam 10 malam baru tahu sudah seperti itu (tidak bernyawa di samping SG),” ujar Taufik saat ditemui di lokasi, Kamis (28/5).
Tak lama setelah penemuan itu, warga sekitar berdatangan usai mendengar suara tangisan dan teriakan dari dalam rumah.
“Kami dengar suara teriak-teriak tangisan dari bibi korban. Langsung kita lari ke sini, lihat kondisi sudah seperti itu,” kata Taufik.
Sementara itu, warga setempat menduga SG terlibat dalam kejadian tersebut. Dugaan itu muncul karena saat insiden terjadi rumah disebut dalam keadaan terkunci dari dalam, sementara penghuni lain tengah berada di luar.
Salah seorang warga, Rudianto (43), menyebut saat kejadian hanya korban dan pamannya yang berada di rumah.
“Diduga pelaku itu omnya. Soalnya mereka cuma berdua kalau neneknya dagang. Posisi pintu itu dikunci dari dalam,” ujar Rudianto.
Kini, SG masih menjalani penanganan medis di RSUD Jatisampurna, sedangkan polisi terus mengumpulkan keterangan dan bukti untuk mengungkap peristiwa tersebut.
















