(Doc-Tirtoid)
Surakarta, mediasatu.co.id – Presiden ke-7 RI Joko Widodo menegaskan pentingnya menjaga hubungan diplomatik antara Indonesia dan Iran di tengah meningkatnya tensi konflik di kawasan Timur Tengah. Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi usai menerima kunjungan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, di kediamannya di kawasan Sumber, Banjarsari, Surakarta, Rabu (1/4/2026).
Dalam pertemuan itu, Dubes Iran Mohammad Boroujerdi mengungkapkan bahwa kunjungannya bertujuan untuk melaporkan kondisi terkini negaranya yang tengah menghadapi serangan dari Israel dan Amerika Serikat. “Saya menyampaikan laporan berkaitan dengan kondisi terakhir ketika negara kami diserang, dan beliau menyampaikan dukungan serta solidaritasnya kepada bangsa Iran,” ujar Boroujerdi.
Boroujerdi juga menyampaikan duka cita atas gugurnya tiga prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon. “Tiga prajurit Indonesia-putra-putra terbaik bangsa-harus kehilangan nyawa, dan beberapa lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut,” kata dia.
Menanggapi hal tersebut, Jokowi menilai pentingnya menjaga stabilitas global demi keberlangsungan pertumbuhan ekonomi dunia. Ia juga menyoroti pentingnya upaya penghentian konflik yang saat ini tengah didorong oleh pihak Iran. “Saya kira kampanye untuk menghentikan perang itu baik. Dunia membutuhkan perdamaian, relasi yang baik antarnegara sehingga kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi bisa berjalan normal,” ujarnya.
Selain itu, Jokowi menegaskan bahwa hubungan diplomatik Indonesia dengan Iran perlu terus dipelihara karena memiliki dampak positif terhadap aspek ekonomi maupun geopolitik.
“Intinya kita ingin terus menjaga hubungan diplomatik antara Indonesia dan Iran. Saya kira itu baik untuk urusan ekonomi maupun geopolitik,” kata Jokowi.
Terkait isu lobi Selat Hormuz bagi kapal Indonesia, Jokowi enggan memberikan tanggapan lebih lanjut dan menyebut hal tersebut merupakan kewenangan pemerintah.
“Itu urusan pemerintah,” ucapnya.


















