Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Peristiwa

KA Jaka Tingkir dan KA Serayu Tergelincir di Stasiun Pasar Senen, Perjalanan Kereta Terganggu

3
×

KA Jaka Tingkir dan KA Serayu Tergelincir di Stasiun Pasar Senen, Perjalanan Kereta Terganggu

Sebarkan artikel ini
Screenshot
Example 468x60

(Doc-nixnews)

Jakarta, mediasatu.co.id – Insiden tergelincirnya KA Jaka Tingkir dan KA Serayu terjadi di wesel utara Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat (22/5) pagi. Peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah perjalanan kereta api mengalami gangguan, meski tidak menimbulkan korban jiwa.

Example 300x600

Kapolsek Senen, Kompol Widodo Saputro menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, kejadian bermula sekitar pukul 09.30 WIB saat KA Serayu tujuan Purwokerto hendak melakukan langsir menuju Stasiun Kemayoran.

“Menurut keterangan saksi kejadian sekitar Pukul 09.30 Wib berawal saat Kereta Serayu Tujuan Purwokerto yang akan langsir menuju Stasiun Kemayoran tersenggol gerbong bagian belakangnya oleh kepala lokomotif lain yang akan langsir juga arah Stasiun Kemayoran di TKP,” kata dia.

“Yang mengakibatkan kepala lokomotif yang menyenggol Kereta Serayu anjlok sedangkan kondisi Kereta Serayu terdorong sekitar 100 m dan anjlok juga gerbong bagian belakang,” sambungnya.

Namun, Manajer Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo menyebut posisi dua kereta yang tergelincir berada di lokasi berbeda sehingga belum dapat dipastikan saling berkaitan.

“Kalau melihat letaknya nggak (berkaitan), (posisinya) jauh malah,” ujar Franoto, di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat (22/5).

Franoto menjelaskan, insiden melibatkan lokomotif eks KA Jaka Tingkir dan bagian roda pada KA Serayu yang mengalami keluar jalur di titik terpisah.

“Tergelincirnya lokomotif eks kereta api Jaka Tingkir, bekas kereta api Jaka Tingkir, dan dua as kereta, bukan kereta api ya, kereta Serayu. Lokasinya berjauhan,” katanya.

Ia mengatakan lokomotif eks KA Jaka Tingkir memiliki enam as, dengan lima di antaranya mengalami anjlok.

“Satu lokomotif, tapi lokomotif (eks KA Jaka Tingkir) itu ada enam as, yang tergelincirnya lima,” katanya.

Sementara pada KA Serayu, satu gerbong memiliki empat as dan dua as di antaranya mengalami keluar jalur. “Satu kereta itu atau bahasa masyarakat itu satu gerbong (KA Serayu) itu ada empat as, yang tergelincirnya dua as,” imbuhnya.

Menurut Franoto, lokomotif eks KA Jaka Tingkir baru tiba dari wilayah Daop 6 Yogyakarta Purwosari setelah menurunkan seluruh penumpang dan hendak dipindahkan ke jalur parkir.

“Yang satu lagi baru datang dari wilayah Daop 6 Yogyakarta Purwosari, sudah turun penumpang semuanya dan mau disimpan atau dilangsir di jalur parkir,” ujarnya.

“Yang satu mau berangkat, jadi dari jalur simpan dari jalur parkir mau ke jalur utama,” tambahnya.

Hingga kini, PT KAI masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti tergelincirnya kedua rangkaian kereta tersebut.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *