(Doc-Istimewa)
Jakarta, mediasatu.co.id — Ketergantungan Indonesia terhadap impor gas cair yang masih menyerap lebih dari 80% pasokan nasional coba pangkas lewat sebuah program baru. Pemerintah mengalkulasikan bahwa skema konversi ini berpotensi menghemat devisa negara hingga 5 miliar dolar AS atau setara Rp90 triliun per tahun. Sekaligus memotong pembengkakan beban subsidi tahunan untuk LPG 3 kg yang selama ini menyentuh angka di atas Rp80 triliun.
Guna merealisasikan target tersebut, pemerintah tengah menyiapkan CNG Merah Putih ukuran 3 kg yang lebih efisien dan lebih aman sebagai alternatif pengganti LPG subsidi 3 kg atau gas melon secara bertahap. Mengenai nilai keekonomisannya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan ongkos penggunaan CNG 3 kg lebih murah daripada LPG 3 kg. “Untuk yang 3 kilogramnya ini ongkosnya lebih murah 30-40 persen,” kata Bahlil.
Dalam hal implementasi di tingkat konsumen, masyarakat tidak akan kesusahan. Karena mereka tidak perlu mengganti kompor untuk menggunakan CNG karena sistemnya bersifat plug and play. Selain itu, kelebihan lain dari program ini adalah masyarakat juga tidak wajib membeli tabung CNG karena tabung akan distributor pinjamkan. Dari segi keamanan dan mobilitas, tabung gas baru ini mengadopsi material komposit berbasis serat karbon. Bukan lagi berbahan baja kaku layaknya tabung melon biasa, sehingga memiliki bobot yang jauh lebih ringan.
















