(Doc-nixnews)
Jakarta, mediasatu.co.id – Kawasan jalur protokol Kuningan kini resmi berbenah. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara simbolis meresmikan rampungnya penataan Jalan HR Rasuna Said sepanjang 3,8 kilometer yang dahulu dipenuhi tiang monorel mangkrak, sekaligus meresmikan perubahan nama halte bus penunjangnya.
“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, saya resmikan penataan Jalan HR Rasuna Said dan naming right Halte Setiabudi Integritas Satu,” ucap Pramono.
Usut punya usut, perubahan nama tempat pemberhentian bus Transjakarta di Jakarta Selatan tersebut berakar dari pengalaman pribadi Ketua KPK, Setyo Budiyanto, sewaktu menumpangi transportasi massal di rute koridor yang sama.
“Pada suatu saat perjalanan dari Ragunan ke sini tiba-tiba muncul sebuah ide kenapa sih kok Halte Setiabudi itu tidak diberikan nama sebuah nama yang bisa menampilkan identitas, baik dari provinsi maupun dari KPK,” kata Setyo.
Gagasan segar itu langsung diselaraskan melalui kerja sama taktis antara Komisi Pemberantasan Korupsi dan jajaran Pemprov DKI Jakarta, hingga lahirlah nama resmi “Setiabudi Integritas Satu” pada Minggu (21/6).
Terkait aspek komersial dan anggarannya, Pramono Anung menegaskan bahwa revitalisasi halte ini memanfaatkan kerja sama dengan pihak swasta atau eksternal melalui sistem komersialisasi nama dan ruang promosi agar menghemat kas daerah.
“We will have a bus stop named Setiabudi Integritas Satu,” ujar Pramono.
Ia pun menambahkan detail finansial di balik proyek fasilitas publik ini.
“Pembiayaannya sepenuhnya dari naming rights dan juga iklan yang ada. Sehingga inilah sebagai cara bagaimana Jakarta membangun kotanya, tidak semata-mata bergantung pada APBD, tetapi kita berikan kesempatan naming rights untuk itu,” kata dia.
















