Example floating
Example floating
Example 728x250
Peristiwa

Teori 1960 Ramalkan Doomsday 13 November 2026, Benarkah Dunia Akan Kiamat?

×

Teori 1960 Ramalkan Doomsday 13 November 2026, Benarkah Dunia Akan Kiamat?

Sebarkan artikel ini
Screenshot
Example 468x60

(Doc-Istimewa)

Jakarta, mediasatu.co.id – Teori matematika dari fisikawan Heinz von Foerster bersama Patricia Mora dan Lawrence Amiot pada 1960 kembali menjadi perbincangan. Teori tersebut menghasilkan tanggal 13 November 2026 sebagai apa yang Doomsday.

Kemunculan kembali teori lama itu turut di kaitkan dengan pernyataan pengamat cuaca amatir asal Kanada, Frankie MacDonald, mengenai potensi gempa besar di Indonesia sebelum akhir 2026. Dalam video unggahan pada Kamis (3/9/2026), Frankie menyebut kemungkinan gempa dengan kekuatan Magnitudo 7,0 atau lebih hingga mencapai Magnitudo 9,0 atau lebih. Ia juga menyebut sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Jakarta dan Pulau Jawa, berpotensi terdampak.

Namun, pernyataan Frankie tersebut bukan merupakan peringatan resmi terkait gempa bumi. Hingga kini, gempa belum dapat terprediksi secara akurat mengenai waktu, lokasi, maupun kekuatannya.

Sementara itu, teori Doomsday yang kembali beredar sebenarnya menggunakan pendekatan matematika terhadap pertumbuhan populasi dunia. Von Foerster dan rekan-rekannya membuat perhitungan berdasarkan tren pertumbuhan jumlah manusia selama sekitar 2.000 tahun.

Jika laju pertumbuhan tersebut terus berlangsung tanpa mengalami perubahan, model matematika teori itu akan mengarah pada kondisi populasi yang secara matematis menjadi tidak terbatas pada 13 November 2026.

Meski menggunakan istilah Doomsday, teori tersebut tidak menyatakan bahwa bumi akan hancur tepat pada tanggal 13 November 2026. Tanggal itu merupakan hasil ekstrapolasi matematis untuk menggambarkan batas ekstrem dari pertumbuhan populasi yang secara nyata tentu tidak dapat berlangsung tanpa batas.

Karena itu, teori tersebut tidak dapat menjadi dasar untuk memastikan terjadinya kiamat maupun gempa besar pada tanggal tertentu. Masyarakat harap tidak panik menyikapi informasi mengenai prediksi bencana yang belum memiliki dasar peringatan resmi. Kesiapsiagaan tetap perlu dengan mengikuti informasi dan imbauan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *