(Doc-Infokrw)
Karawang, mediasatu.co.id — Rasa cemas kini menghantui para pelaku usaha yang mengadu nasib di koridor Jalan Tuparev, Karawang. Kekhawatiran ini muncul akibat seringnya terjadi perselisihan antarpengunjung yang berada di bawah pengaruh minuman beralkohol. Khususnya saat memasuki malam akhir pekan.
“Yang kami takutkan, kalau ada yang mabuk terus ribut, jangan sampai toko jadi sasaran. Misalnya dilempar atau dirusak. Itu yang bikin kami waswas,” kata Naina Hendra, salah seorang pemilik toko setempat.
Kekesalan warga terhadap aktivitas malam di kawasan tersebut bahkan berujung pada aksi sindiran visual. Pada Sabtu (27/6/2026) pagi, warga nekat memajang botol bekas minuman di sebuah tiang listrik pinggir jalan. Ini sebagai bentuk protes atas kebiasaan buruk oknum pengunjung dan pedagang yang gemar menyampah sembarangan. Naina memastikan bahwa limbah botol itu adalah sampah dari oknum luar yang nongkrong hingga dini hari, bukan berasal dari internal pemilik ruko.
Imbas dari kebiasaan buruk tersebut, Naina beserta para pegawainya harus rutin memunguti botol-botol kosong yang mengotori area depan toko mereka setiap matahari terbit. Kadang kala, inisiatif pembersihan ini turut mendapat bantuan petugas parkir yang iba melihat pemandangan kotor tersebut.
Menjelaskan kondisi harian wilayahnya, Naina menggambarkan bagaimana repotnya mengurus sisa pesta malam para pengunjung.
“Kalau malam kan Tuparev ramai. Tiap pagi selalu ada botol-botol bekas minuman. Akhirnya kami yang bereskan, kadang bersama karyawan toko, kadang juga sama tukang parkir,” ujar Naina.
















