(Doc-Istimewa)
Karawang, mediasatu.co.id – Pada Jumat (4/9/2026), Wakil Ketua DPRD Kabupaten Karawang, H. Tatang, meninjau langsung rumah salah seorang wartawan senior (Ari), yang tertimpa pohon tumbang di Perumahan Karawang Jaya BE 1 No. 1, RT 28/RW 16, Desa Gintungkerta, Kecamatan Klari, Karawang. Dalam kunjungan tersebut, H. Tatang bersama tokoh masyarakat sekitar serta dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang.
Peristiwa itu terjadi pada Jumat sekitar pukul 15.30 WIB. Sebuah pohon yang berada di sekitar kawasan permukiman tiba-tiba tumbang dan menimpa bagian rumah milik Ari.
Saat kejadian, menurut informasi, istri Ari diketahui berada di dalam rumah. Ia turut terkena material reruntuhan dan kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
H. Tatang menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang menimpa keluarga Ari. Ia mengatakan akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengupayakan bantuan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Insyaallah akan kami ajukan ke dinas terkait agar persoalan ini bisa mendapatkan penanganan dan bantuan,” ujar H. Tatang.
Penanganan dampak pohon tumbang membutuhkan sinergi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan instansi teknis terkait. Selain penanganan terhadap warga yang terdampak, langkah pencegahan juga penting untuk mengantisipasi pohon yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.
“Yang terpenting saat ini adalah kondisi keluarga korban. Kami berharap korban segera pulih dan kerusakan akibat kejadian ini dapat segera tertangani,” tambahnya.

(Doc-Istimewa)
Sementara itu, menurut laporan, kondisi istri Ari telah membaik. Setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit, korban boleh pulang dan kembali ke rumah bersama anaknya.
Koordinator Lapangan DLHK Kabupaten Karawang, Arif, meminta masyarakat segera melaporkan kondisi pohon yang berisiko kepada pihak terkait. Sehingga, pihak tersebut dapat lakukan pemeriksaan dan penanganan dengan segera.
“Apabila ada pepohonan yang sekiranya membahayakan, masyarakat bisa segera menghubungi atau melaporkannya kepada pihak terkait agar dapat ditindaklanjuti,” ungkap Arif.
Pemangkasan maupun penanganan terhadap pohon yang telah tua dan rapuh ternilai penting sebagai langkah mitigasi untuk mengurangi risiko pohon tumbang dan membahayakan warga.
Peristiwa yang menimpa rumah Ari tersebut menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan kondisi pepohonan secara berkala, terutama di lingkungan padat penduduk.
Koordinasi antara masyarakat, pemerintah desa, pemerintah daerah, dan dinas teknis ini memiliki harapan dapat mempercepat penanganan pohon yang berpotensi membahayakan serta meminimalkan risiko kejadian serupa.
















