(Doc-Istimewa)
Iran, mediasatu.co.id – Lima pemain dari Iran women’s national football team meninggalkan penginapan tim mereka di Gold Coast dan berencana mencari suaka di Australia. Informasi tersebut disampaikan oleh sejumlah sumber kepada ABC News Australia pada Senin (9/3) waktu setempat.
Kelima pemain tersebut adalah Fatemeh Pasandideh, Zahra Ghanbari, Zahra Sarbali, Atefeh Ramazanzadeh, dan Mona Hamoudi. Sebelumnya, mereka tampil dalam ajang AFC Women’s Asian Cup 2026. Namun tim Iran harus tersingkir setelah kalah 2-0 dari Philippines women’s national football team pada laga terakhir fase grup.
Para pemain tersebut sebelumnya juga menjadi perhatian publik karena menolak menyanyikan lagu kebangsaan saat menghadapi South Korea women’s national football team. Kekhawatiran mengenai keselamatan mereka muncul setelah media pemerintah Iran menyebut para pemain tersebut sebagai pengkhianat.
Selain itu, para pemain sempat memberikan tanda SOS dengan jari mereka dari dalam bus tim setelah pertandingan. Menurut keterangan keluarga salah satu pemain kepada ABC News Australia, para pemain kini berada dalam perlindungan polisi di wilayah Queensland setelah berhasil menghindari pengawalan petugas keamanan.
“Saya ingin mencium tangan semua orang yang telah membantu,” ujar anggota keluarga atlet tersebut.
“Dan saya menghargai pengorbanan kalian. Lima dari mereka meninggalkan tim untuk tetap tinggal. Saya berdoa kepada Tuhan agar kita semua segera kembali ke Iran yang merdeka,” sambungnya.
Putra mahkota Iran Reza Pahlavi juga menyatakan bahwa lima pemain tersebut telah meninggalkan kamp pelatihan tim dan kini berada di lokasi aman. “Kelima atlet pemberani ini, yang saat ini berada di lokasi yang aman. Mereka telah bergabung dengan Revolusi Singa dan Matahari nasional Iran,” ujarnya melalui unggahan di Instagram.
Hingga kini, Australian Federal Police dan Department of Home Affairs Australia belum memberikan pernyataan resmi terkait laporan tersebut.


















