(Doc-Tirtoid)
Iran, mediasatu.co.id – Kapal kargo berbendera Iran, Touska, disita oleh militer Amerika Serikat setelah sebelumnya ditembaki di wilayah Teluk Oman pada Minggu (19/4). Tindakan ini dilakukan karena kapal tersebut diduga melanggar blokade yang diberlakukan AS.
Menurut United States Central Command, peringatan telah diberikan berulang kali selama enam jam, namun tidak diindahkan oleh awak kapal. USS Spruance kemudian meminta evakuasi ruang mesin sebelum akhirnya melumpuhkan kapal tersebut.
“Spruance melumpuhkan sistem penggerak Touska dengan menembakkan beberapa peluru dari meriam MK 45,5 inci kapal perusak ke ruang mesin Touska,” kata CENTCOM.
Setelah itu, Marinir dari Unit Ekspedisi Marinir ke-31 menaiki kapal dan mengamankannya. Hingga kini, kapal tersebut masih berada dalam kendali militer AS.
Presiden Donald Trump mengatakan bahwa tindakan tersebut dilakukan setelah kapal Touska mengabaikan peringatan. “[Kapal AS] menghentikan mereka tepat di jalurnya dengan membuat lubang di ruang mesin,” ujarnya.
“Saat ini, Marinir AS telah mengamankan kapal tersebut, dan sedang memeriksa apa yang ada di dalamnya!” tambahnya. Trump juga menegaskan bahwa kapal Touska termasuk dalam daftar sanksi Office of Foreign Assets Control karena rekam jejak aktivitas ilegal.
Sebelum disita, kapal tersebut berada sekitar 45 kilometer dari pesisir selatan Iran, dekat Chabahar. Sejak kebijakan blokade diberlakukan, sedikitnya 25 kapal komersial telah diperintahkan kembali ke pelabuhan oleh pasukan AS.
Militer Iran merespons keras insiden ini. Juru bicara pusat komando Khatam Al Anbiya menyatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan pembalasan. “Kami memperingatkan angkatan bersenjata Republik Islam Iran akan segera membalas dan melakukan pembalasan terhadap pembajakan bersenjata ini dan militer AS,” tegasnya.
Peristiwa ini terjadi setelah sebelumnya Iran menembaki dua kapal dagang India di Selat Hormuz, yang kemudian memicu protes diplomatik dari India.


















