(Doc-Tirtoid)
Israel, mediasatu.co.id – Militer Israel mengakui keaslian rekaman yang memperlihatkan aksi perusakan patung Yesus Kristus di Lebanon selatan yang viral di media sosial. Insiden tersebut terjadi pada Minggu (19/4/2026) dan menambah daftar kerusakan tempat ibadah Kristen sejak konflik di kawasan itu memanas. Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa mencatat sedikitnya enam gereja telah rusak atau hancur sejak 2024, termasuk beberapa gereja di Derdghaya, Khiam, Tirus, dan Yaroun.
Berbeda dengan tindakan tersebut, kelompok Hezbollah dalam sejumlah laporan justru disebut menjaga dan merawat gereja serta patung di wilayah Lebanon selatan, termasuk di komunitas Kristen yang bekerja sama dengan mereka melawan ISIS.
Lebanon dikenal sebagai negara dengan populasi Kristen terbesar di kawasan Timur Tengah, dengan persentase sekitar 32 persen. Sistem politiknya juga menetapkan bahwa presiden berasal dari kalangan Kristen.
Kejadian ini kembali menyoroti dampak konflik terhadap situs keagamaan serta pentingnya perlindungan terhadap warisan budaya di tengah ketegangan yang berlangsung.


















