Kepala BGN Usulkan Pendidikan Gizi Masuk Kurikulum Sekolah Lewat Program MBG
Share this article
(Doc-Tirtoid)
Jakarta, mediasatu.co.id — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengusulkan penambahan materi pendidikan gizi dalam kurikulum sekolah melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Usulan tersebut bertujuan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempelajari kandungan gizi makanan yang mereka konsumsi.
“Bukan hanya makan, tapi ada pelajaran gizinya diajarkan,” kata Sudaryono dalam rapat, yang dibagikannya melalui Instagram miliknya, Minggu (25/10).
Sudaryono menilai sekolah dapat memasukkan edukasi gizi ke dalam kegiatan belajar mengajar, seperti mata pelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan (penjaskes). Menurutnya, pendekatan serupa dapat membantu siswa memahami pentingnya asupan gizi sejak dini.
“Sama seperti penjaskes. Dia olahraga dimasukkan ke dalam pelajaran,” ungkapnya, dalam rapat yang juga dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.
Ia menilai anak-anak membutuhkan wadah khusus untuk memperoleh pengetahuan mengenai gizi. Selama ini, menurut Sudaryono, belum ada lembaga atau ruang pembelajaran khusus yang secara terarah memberikan informasi tersebut kepada mereka.
“Karena tidak ada lembaga wahana bagi anak-anak kita mendapatkan informasi ini,” katanya.
Dalam rapat yang sama, Sudaryono juga memaparkan perkembangan pelaksanaan program MBG, termasuk uji coba penyajian makanan dengan konsep prasmanan. Ia menyebut uji coba yang berlangsung sejak awal Oktober itu mendapatkan respons positif dari para penerima manfaat.
Menurut Sudaryono, konsep prasmanan menunjukkan potensi untuk meningkatkan kebersihan penyajian dan mengurangi limbah makanan atau food waste. Meski demikian, pelaksanaannya masih menghadapi kendala, terutama keterbatasan waktu untuk membagikan makanan kepada para siswa.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Sudaryono mengusulkan penyesuaian jadwal pelajaran kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti. Penyesuaian itu diharapkan dapat menyediakan waktu khusus bagi siswa untuk mengikuti edukasi gizi sekaligus mendukung pelaksanaan MBG dengan konsep prasmanan.
“Kami mengusulkan ada jam khusus untuk pendidikan gizi tadi, di dalamnya bisa kita lakukan seperti prasmanan ini,” tuturnya.
Melalui usulan tersebut, Sudaryono berharap Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya menyediakan makanan bagi siswa, tetapi juga menjadi sarana pendidikan untuk meningkatkan pemahaman mereka mengenai gizi dan pola makan sehat.