(Doc-Istimewa)
Karawang, mediasatu.co.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, meresmikan Kilang Liquefied Petroleum Gas (LPG) Cilamaya di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (15/10/2026).
Kilang milik PT Energi Nusantara Perkasa (ENP) tersebut memiliki kapasitas produksi LPG mencapai 160 ton per hari atau setara 52.800 ton per tahun. Bahlil berharap peresmian fasilitas ini berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Hari ini tanggal 15 Oktober saya mengajak kita semua untuk mendoakan agar peresmian ini berjalan dengan baik,” ujar Bahlil dalam acara peresmian Kilang LPG Cilamaya di Cilamaya Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis.
Selain memproduksi LPG, kilang tersebut mampu mengolah gas bumi hingga 40 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD). Fasilitas ini juga menghasilkan kondensat sebanyak 320 barel per hari atau sekitar 105.600 barel per tahun.
Bahlil menyebutkan, produksi Kilang LPG Cilamaya berpotensi memenuhi sekitar 10–15 persen kebutuhan LPG di Jawa Barat dan DKI Jakarta. Jika dihitung berdasarkan ukuran tabung 3 kilogram, kapasitas produksi tahunan kilang tersebut setara dengan sekitar 18,7 juta tabung.
Dalam proses pengolahannya, kilang ini mengembalikan gas sisa atau lean gas kepada PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ).
Pembangunan Kilang LPG Cilamaya membutuhkan waktu sekitar 13 bulan dengan nilai investasi mencapai 36,93 juta dolar AS. Proyek tersebut juga menyerap sekitar 200 tenaga kerja selama masa konstruksi.
Untuk mendukung proses produksi, kilang ini menggunakan teknologi mechanical refrigeration untuk mendinginkan gas serta turbo expander dalam pengolahan gas.
PT ENP selaku pemilik kilang merupakan perusahaan swasta nasional yang sebelumnya telah beroperasi di Gresik, Jawa Timur, sejak 2007. Perusahaan tersebut menjalankan kegiatan produksi LPG dengan kapasitas pengolahan gas bumi sebesar 100 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD).
















