(Doc-Istimewa)
Kalimantan, mediasatu.co.id — Pemerintah Jepang mengakhiri misi bantuan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan pada 29 September 2026. Meski demikian, keputusan tersebut tidak menandakan seluruh titik kebakaran telah padam.
Jepang memulai misi bantuan pada 16 September 2026 dengan mengerahkan tiga helikopter CH-47 Chinook. Armada tersebut membantu petugas Indonesia memadamkan api melalui metode water bombing atau pengeboman air.
Evaluasi pelaksanaan misi menunjukkan bahwa dukungan Jepang berkontribusi dalam mencegah penyebaran titik api. Berdasarkan hasil tersebut, pemerintah Jepang memutuskan untuk mengakhiri operasi bantuan.
Pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi atas dukungan Jepang selama proses penanganan karhutla. Indonesia juga menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan upaya pemadaman secara mandiri setelah misi bantuan tersebut berakhir.
Sementara itu, personel dan helikopter Pasukan Bela Diri Jepang (SDF) bersiap kembali ke Jepang. Di sisi lain, tawaran bantuan tambahan dari Malaysia masih menunggu tindak lanjut pemerintah Indonesia.
Berakhirnya misi Jepang membuat penanganan karhutla selanjutnya bergantung pada upaya pemerintah Indonesia dan dukungan yang mungkin menyusul dari negara lain.
















