(Doc-Istimewa)
Jakarta, mediasatu.co.id — Upaya memasukkan pendidikan kesehatan mental ke dalam kurikulum nasional semakin mendesak di tengah meningkatnya persoalan psikologis yang dialami anak dan remaja.
Anggota Komisi X DPR RI, Lestari Moerdijat, menegaskan bahwa kondisi ini tidak bisa diabaikan dan memerlukan langkah konkret yang terintegrasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, sekolah, hingga keluarga. Menurutnya, sistem pendidikan saat ini perlu bertransformasi agar tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik semata, tetapi juga mampu membangun ketahanan mental peserta didik secara berkelanjutan.
Sejumlah data menunjukkan bahwa akses terhadap layanan profesional bagi anak-anak yang mengalami gejala depresi dan kecemasan masih tergolong rendah. Hal ini dinilai menjadi alasan kuat bagi dunia pendidikan untuk mengambil peran yang lebih aktif dalam penanganan isu kesehatan mental.
Melalui integrasi dalam kurikulum, peserta didik diharapkan memiliki kemampuan memahami, mengenali, serta mengelola emosi sejak dini. Dengan begitu, generasi muda tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kesiapan mental dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.


















