(Doc-Istimewa)
Jakarta, mediasatu.co.id – Ketegangan geopolitik kembali mendorong kenaikan harga minyak dunia, yang pada Senin (13/4/2026) menembus angka 100 USD per barel.
Kenaikan ini dipicu oleh rencana Amerika Serikat melalui Angkatan Laut Amerika Serikat untuk memblokade jalur pelayaran menuju Iran di Selat Hormuz.
Harga minyak Brent tercatat naik 7,05 persen menjadi 101,91 USD per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) melonjak 7,76 persen ke level 104,16 USD per barel.
Kenaikan ini terjadi setelah sebelumnya harga sempat mengalami penurunan pada akhir pekan lalu.
Menurut Saul Kavonic, kebijakan blokade tersebut berpotensi menghentikan aliran minyak Iran hingga sekitar 2 juta barel per hari, sehingga memperketat pasokan global.
“Pasar kini pada dasarnya telah kembali ke kondisi sebelum gencatan senjata, hanya saja sekarang Amerika Serikat juga akan memblokir sisa aliran minyak terkait Iran hingga sekitar 2 juta barel per hari melalui Selat Hormuz,” kata Saul Kavonic.
Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut blokade akan segera dimulai turut memperburuk ketegangan di kawasan.
Kondisi ini tidak hanya mengancam stabilitas geopolitik, tetapi juga berpotensi menjaga harga minyak dan bahan bakar tetap tinggi dalam beberapa waktu ke depan, termasuk menjelang pemilu sela di AS.


















