(Doc-Tirtoid)
Somalia, mediasatu.co.id – Empat anak buah kapal (ABK) asal Indonesia yang bekerja di kapal tanker MT Honour 25 meminta segera dievakuasi setelah kapal mereka dibajak kelompok perompak di perairan Hafun, Somalia, sejak 22 April lalu. Kondisi para sandera disebut semakin memprihatinkan akibat menipisnya persediaan logistik di atas kapal. Para kru meminta pemerintah dan perusahaan terkait segera mengambil langkah penyelamatan.
Chief Officer MT Honour 25, Wahudinanto mengungkapkan para sandera kini hanya mendapat jatah makan nasi rebus sekali sehari. Selain itu, mereka juga terpaksa menggunakan air tangki yang kotor untuk kebutuhan sehari-hari.
Perwakilan kru asal Pakistan turut meminta pemerintah negaranya segera melakukan negosiasi dengan kelompok bersenjata agar seluruh awak kapal dapat dibebaskan.
Selain Wahudinanto, tiga ABK Indonesia lain yang ikut disandera yakni Ashari Samadikun, Adi Faizal, dan Fiki Mutakin.
Kapal tanker tersebut diketahui membawa 16 kru yang terdiri dari empat ABK asal Indonesia, 10 kru asal Pakistan, serta masing-masing satu kru dari India dan Myanmar. Menanggapi insiden tersebut, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyatakan pemerintah saat ini terus melakukan koordinasi dan negosiasi guna mengupayakan pembebasan para warga negara Indonesia yang disandera.
“Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, dan pihak-pihak terkait juga telah melakukan family engagement ke keluarga kru. Serta, menyampaikan bahwa Pemerintah akan terus melakukan upaya terbaik untuk melindungi WNI di luar negeri,” ujar Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah pada Senin (18/5/2026).
“Saat ini, proses negosiasi antara pihak pemerintah setempat, crew management, dan pihak-pihak terkait lainnya di Somalia masih terus berlanjut,” ucapnya.


















