(Doc-Tirtoid)
Israel, mediasatu.co.id – Sebuah video yang dirilis oleh Israel Defense Forces memperlihatkan serangan presisi ke target yang diklaim sebagai helikopter Iran jenis Mil Mi-17 pada Rabu (4/3/2026). Namun setelah dianalisis oleh sejumlah pakar militer dan diperiksa menggunakan alat berbasis kecerdasan buatan, objek yang dihancurkan ternyata bukan helikopter sungguhan.
Target tersebut diduga hanyalah lukisan anamorphic tiga dimensi yang dibuat di atas permukaan aspal. Ilusi optik semacam ini dirancang agar dari sudut pandang udara terlihat seperti kendaraan militer asli.
Dalam rekaman, objek yang menjadi sasaran terlihat tidak menunjukkan tanda-tanda aktivitas seperti perputaran baling-baling maupun pergerakan lain sebelum dan setelah serangan.
Taktik menggunakan target palsu seperti lukisan atau replika sebelumnya juga pernah diterapkan oleh Rusia saat konflik dengan Ukraina pada 2023.
Melalui strategi ini, pihak lawan dapat dipancing untuk menembakkan rudal mahal ke target yang sebenarnya tidak bernilai militer. Satu rudal dalam serangan tersebut diperkirakan bernilai sekitar 4 juta dolar AS atau setara Rp67,5 miliar.


















