(Doc-Tirtoid)
Teheran, mediasatu.co.id – Gelombang serangan yang terjadi pada Selasa (31/3/2026) dilaporkan menghantam sejumlah fasilitas penting di Iran, termasuk sebuah pabrik farmasi besar di ibu kota. Serangan tersebut mengakibatkan kerusakan signifikan pada infrastruktur dan jalur produksi.
Pabrik yang terdampak diketahui berlokasi di Teheran dan memproduksi obat-obatan penting seperti anestesi dan obat kanker. Fasilitas tersebut diidentifikasi sebagai milik Tofigh Daru Research and Engineering Company, yang berada di bawah Perusahaan Investasi Jaminan Sosial milik negara.
Mengutip laporan Al Jazeera, serangan ini menyebabkan kerusakan parah pada fasilitas produksi sehingga berpotensi mengganggu pasokan obat-obatan vital di Iran. Selain pabrik farmasi, sejumlah lokasi lain juga menjadi sasaran dalam rangkaian serangan tersebut, termasuk situs keagamaan Syiah di Kota Zanjan.
Mantan Menteri Luar Negeri Iran sekaligus pendiri Payab Research Institute, Javad Zarif, menilai serangan terhadap fasilitas farmasi itu sebagai tindakan yang disengaja untuk melemahkan sektor medis negaranya.
Ia menyebut pabrik tersebut telah menjadi sasaran agresor yang putus asa dan menuding pihak penyerang gagal menyadari delusi jahat mereka.
Sementara itu, laporan menyebutkan bahwa serangan dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel dalam eskalasi konflik yang terus memanas di kawasan. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi lebih lanjut terkait dampak lanjutan dari serangan tersebut, termasuk potensi gangguan terhadap distribusi obat bagi masyarakat Iran.


















