Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Hukrim

Pimpinan Ponpes di Garut Diamankan Usai Dugaan Pencabulan Santriwati

3
×

Pimpinan Ponpes di Garut Diamankan Usai Dugaan Pencabulan Santriwati

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

(Doc-nixnews)

Garut, mediasatu.co.id – Pimpinan pondok pesantren berinisial AN (45) diamankan aparat kepolisian setelah massa mendatangi sebuah ponpes di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (16/5) malam. Kedatangan warga dipicu dugaan pencabulan terhadap seorang santriwati.

Example 300x600

Kapolsek Samarang, AKP Hilman, mengatakan AN diamankan sekitar pukul 20.00 WIB untuk mencegah terjadinya aksi main hakim sendiri. “Kami menerima informasi bahwa warga sudah berkumpul di sekitar pesantren,” katanya, Minggu (17/5).

Menurut Hilman, pihaknya belum menangani langsung perkara dugaan pencabulan tersebut karena laporan telah masuk ke Satreskrim Polres Garut. Ia menjelaskan, informasi mengenai dugaan kasus tersebut menyebar di masyarakat setelah korban membuat laporan polisi, sehingga memicu kedatangan warga ke lokasi pondok pesantren.

“Setelah korban ini melaporkan, beredar informasinya ke warga setempat sehingga kemudian mendatanginya. AN ini bukan warga Samarang, namun memang istrinya yang asli Samarang,” jelasnya.

Hilman menambahkan, mayoritas santri dan santriwati di ponpes tersebut berasal dari wilayah Kecamatan Cigedug, yang juga merupakan daerah asal AN. “Mereka (mayoritas santri dan santriwati) ini memang berasal dari tempat asal AN, di wilayah Kecamatan Cigedug,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Garut AKP Joko Prihatin membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan pencabulan tersebut pada Sabtu siang. “Benar kami sudah menerima laporan sabtu kemarin. Laporan masuk sekitar pukul 1 siang,” ujar Joko.

Ia mengatakan, penyebaran informasi terkait dugaan pencabulan itu memicu kemarahan warga. Namun, situasi dapat dikendalikan setelah polisi bergerak cepat mengamankan lokasi dan terduga pelaku.

“Informasi bahwa adanya korban pencabulan ini menyebar di masyarakat sehingga memicu kemarahan warga. Alhamdulillah tidak terjadi aksi main hakim sendiri karena jajaran Polsek Samarang langsung mengambil tindakan,” sambungnya.

Saat ini, polisi masih mendalami laporan dengan memeriksa sejumlah pihak terkait, termasuk korban. “Kami pastikan perkara ini akan kami tangani secara profesional, kami melibatkan para pihak juga untuk memeriksa korban,” ucapnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *