(Doc-nixnews)
Jakarta, mediasatu.co.id – Kasus laporan palsu yang menyasar layanan darurat di Semarang kini tengah ditangani aparat kepolisian setelah Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang melaporkan debt collector pinjaman online ke Polrestabes Semarang. Kabid Operasional Damkar, Tantri Pradono, menyebut laporan palsu tersebut berdampak pada terganggunya kesiapsiagaan petugas dan berpotensi menghambat penanganan kejadian darurat.
“Tindakan penyampaian informasi yang tidak sesuai fakta ini sangat merugikan karena dapat mengganggu kesiapsiagaan petugas, menyita waktu dan sumber daya operasional, serta berpotensi menghambat penanganan kejadian darurat yang sebenarnya,” sambungnya.
Pelaku diduga menggunakan modus laporan fiktif untuk menekan korban pinjaman online. Selain Damkar, laporan serupa juga menyasar layanan ambulans hingga jasa lainnya. “Sama halnya yang terjadi pada driver ambulans dan diduga digunakan sebagai modus oleh pihak debt collector untuk menagih utang pinjaman online kepada seseorang,” jelasnya.
Di wilayah Sleman, polisi juga menemukan laporan palsu terkait evakuasi ular yang ternyata tidak benar. “Dari hasil penyelidikan awal, terdapat laporan masuk ke call center Damkar terkait permintaan evakuasi ular. Namun, setelah petugas datang ke lokasi, diketahui bahwa laporan tersebut tidak benar atau fiktif,” katanya.
Kapolresta Sleman, Adhitya Panji Anom, menyatakan pihaknya masih menelusuri nomor pelaku yang terdeteksi berada di Sumatra Utara. “Saat ini, kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk penelusuran terhadap nomor telepon yang digunakan pelaku, yang terdeteksi berada di wilayah Sumatra Utara,” kata Adhitya.
Sementara itu, korban lain bahkan mengaku didatangi layanan sedot WC akibat laporan palsu yang sama. “Tukang sedot WC-nya juga bilang sudah yang ketiga kali ditipu seperti ini,” katanya.


















